Halaman

Jumat, 19 April 2013

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER


KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT atas karunianya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER”. Walaupun dalam pengerjaannya ada sedikit susah tapi saya berusaha unutuk menyelesaikannya dan akhirnya dapat terselesaikan dan lancar.

            Dalam penulisan makalah ini saya mengambil tema tentang interaksi manusia dan komputer. Kita lihat pada dewasa ini teknologi yang berkembang begitu pesat dan banyak pengaruhnya terhadap interaksi manusia dengan teknologi, berkenaan dengan itu makalah ini saya buat untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi. Dan saya menyadari bahwa makalah ini sangat jauh dari sempurna, maka segala kritik dan saran akan saya terima demi kesempurnaan makalah ini, Saya mengucapkan terima kasih.
Wassalammualaikum




                     Medan,19 April 2013
                                                                                                            
                 
                                                                                                                                                                                                                                                                                  
                                                                                                                      
                                                                                                                                              

                                                                                                                                                      
BAB I
PENDAHULUAN

            Penggunaan teknologi berkembang dengan cepat, sejak PC (tahun 70-an) dalam segala bidang kehidupan (seperti, pendidikan, perdagangan, dan militer). Sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pergeseran antara hubungan manusia dengan teknologi, yaitu ketika sebuah kondisi dimana manusia menjadi bergantung pada teknologi.
Dengan demikian, perkembangan teknologi tersebut kemudian mempengaruhi rancangan sistem yang harus dapat membantu manusia dalam melakukan aktivitasnya. Sistem harus sesuai dengan kebutuhan manusia dan dirancang berorientasi  ‘kepada manusia sebagai pemakai.
Sebelum sistem dirancang, maka terdapat beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan interaksi dan perancangan itu sendiri mengenai pengaruhnya terhadap nilai-nilai manusia (user) sebagai makhluk individu dan sosial.
Dalam bahasan kali ini akan dibahas tentang pengaruh teknologi terhadap kehidupan manusia serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang interaksi (antarmuka) terhadap sistem. Interaksi manusia-komputer memiliki fokus perhatian yang lebih luas. Selain berfokus pada rancangan antarmuka, juga memperhatikan semua aspek yang berhubungan dengan interaksi manusia dan komputer.
Interaksi manusia dan komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendesain, mengevaluasi, dan mengimplementasikan sistem komputer yang interaktif sehingga dapat digunakan oleh manusia dengan mudah. Interaksi adalah komunikasi 2 arah antara manusia (user) dan sistem komputer. Interaksi menjadi maksimal apabila kedua belah pihak mampu memberikan stimulan dan respon (aksi & reaksi) yang saling mendukung. Jika salah satu tidak bisa, maka interaksi akan mengalami hambatan atau bahkan menuju pembiasan tujuan.
Human-Computer Interaction (HCI) atau Interaksi Manusia-Komputer.
Pada HCI ini cakupan atau fokus perhatiannya lebih luas, tidak hanya berfokus pada rancangan antarmuka saja, tetapi juga memperhatikan semua aspek yang berhubungan dengan interaksi antara manusia dan komputer. HCI ini kemudian berkembang sebagai disiplin ilmu tersendiri (yang merupakan bidang ilmu interdisipliner) yang membahas hubungan tirnbal balik antara manusia-komputer beserta efek-efek yang terjadi diantaranya.
Dengan demikian terlihat jelas bahwa fokus perhatian HCI tidak hanya pada keindahan tampilannya saja atau hanya tertuju pada tampilan antarmukanya saja, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek pamakai, implementasi sistem rancangannya dan fenomena lingkungannya, dan lainnya. Misalnya, rancangan sistem itu harus memperhatikan kenyamanan pemakai, kemudahan dalam pemakaian, mudah untuk dipelajari dlsb.


BAB II
ISI
       A.    Perkembangan Teknologi Komputer dan Interaksi manusia dengan teknologi

            Pertumbuhan teknologi komputer tidak boleh memiliki pengaruh negatif terhadap nilai dasar manusia (Universitas Nottingham). Kemajuan antarmuka dan teknik lain dari pengontrolan komputer (seperti dengan menggunakan joystick) mendukung peran keyboard dan mouse tradisional.
IMK harus dipastikan bahwa kita (manusia) yang tetap memegang kunci dalam membuat keputusan. Maka dari itu, “Being Human” menjadi usulan bagi IMK di tahun 2020. Hal ini dilaporkan secara detil di konferensi pada Maret 2007, tentang penemuan Microsoft, yang dihadiri oleh ahli-ahli IMK dari seluruh dunia. Pada 2020, kita masih dapat membaca koran ataupun majalah, tetapi konten dari koran atau majalah tersebut akan didistribusikan secara digital dan ditampilkan melalui layar yang dapat dilipat dan dapat ditaruh di saku Anda; atau bahkan pakaian kita dapat menunjukkan diagnosa kesehatan kita.
Namun, penting sekali dimana kita harus mengkombinasikan inovasi dengan pemahaman tentang pengaruhnya terhadap manusia. Tanpa pengawasan dan penilaian yang benar, maka akan terjadi kemungkinan bahwa manusia-individual ataupun kolektif-tidak dikontrol oleh diri kita sendiri ataupun orang di sekitar kita.
Hal ini dapat menyebabkan komputer bertabrakan dengan nilai dasar manusia dan konsep manusia seperti wilayah pribadi, masyarakat, identitas, kebebasan, persepsi, kecerdasan, dan privasi. Abigail Sellen, peneliti senior di Microsoft Corp mengatakan bahwa komputer telah membentuk banyak aspek di dunia modern dimana kita ingin menelusuri kemunculan teknologi saat ini yang mungkin membentuk kehidupan kita di 2020.
Selain itu, dia mengatakan bahwa komputasi memiliki potensi untuk meningkatkan kehidupan jutaan manusia di dunia. Dia percaya jika teknologi benar-benar membawa keuntungan untuk umat manusia, maka nilai manusia dan pengaruh teknologi harus dipertimbangkan segera pada proses desain teknologi. Maka, rekomendasi untuk Microsoft Corp adalah dengan IMK 2020 dapat mendesain dan mendukung nilai manusia, tidak tergantung pada cara yang bernilai ekonomi untuk mendapatkan nilai tersebut.
Microsoft telah memperhatikan masa depan IMK dan interface grafis berulang-ulang pada Windows OS, sampai 2020. Dijadwalkan tersedia pada 2010, Windows 7 (versi setelah Windows Vista) menuju ke peningkatan peran, dalam pandangan perusahaan Redmond, yaitu natural user interface pada level desktop, notebook, tabletop surface computer, tablet PC, dll. Tanpa ragu-ragu, GUI yang ditawarkan komputer dan OS sekarang tidak akan terpakai lagi di tahun 2020.
Perhatian telah beralih pada multi-touch, gerakan, pengenalan objek, speech dan bahkan antarmuka otak-komputer. Semua itu dipayungi oleh natural user interfaces, suatu bagian yang menjadi fokus Bill Gates.
“Being Human”, IMK Tahun 2020
Komputer telah mengubah hidup manusia. Komputer mempengaruhi bagaimana kita mengerjakan aktivitas yang paling membosankan, seperti membeli makanan, dan membayar tagihan. Komputer juga dapat memberikan pengalaman baru, misalnya, membolehkan kita berkomunikasi dengan orang lain melalui dunia virtual, dari bagian bumi manapun.
Contoh lain adalah fotografi, dari yang menggunakan kamera berbasis kimia sampai digital. Dengan kamera digital, user masih tetap dapat “point dan shoot” dengan cara yang hampir sama dengan kamera berbasis kimia.
GUI telah mendominasi cara berinteraksi dengan komputer selama lebih dari 20 tahun. Banyak kesalahan manusia yang dapat ditangani, seperti kesalahan menulis ‘teh’ maka oleh spell checker akan diperbaiki menjadi ‘the’, kesalahan menghapus maka dapat di-undo.
Tetapi ternyata hal tersebut kurang sempurna. Hal ini disebabkan kebanyakan di antara kita menderita sakit punggung dan beberapa di antara kita terkadang memukul tombol dan menekan mouse selama berjam-jam. Para peneliti mengetahui bahwa pointing, clicking, dan dragging bukan bentuk interaksi yang ideal bagi banyak task. Contohnya adalah ketika kita ingin menggambar bunga atau menuliskan nama dengan menggunakan mouse.
Beberapa tahun terakhir, teknik input yang baru telah dibangun. Teknik ini lebih kaya dan tidak rentan terhadap kelemahan interaksi keyboard dan mouse. Contohnya adalah sistem pengenalan suara yang mendukung interaksi “alami”, memungkinkan user melakukan perintah melalui suara. Permukaan multi-touch memungkinkan interaksi dengan tangan dan fingertips pada permukaan yang sensitif terhadap sentuhan, memungkinkan kita memanipulasi objek secara digital seolah-olah seperti secara fisik.
Antarmuka yang nyata juga telah dibangun, dimana setiap objek fisik di-embed dengan komputasi, dapat merasakan dan memberikan reaksi ketika objek tersebut diambil, dimanipulasi, dan dipindahkan.
Pendekatan ini sudah ditemukan pada boneka dan sistem permainan seperti Nintendo Wii. Sekarang kita juga dapat melihat adanya antarmuka otak-komputer. Dengan demikian, seseorang yang memiliki keterbatasan fisik dapat menggunakan gelombak otak-nya untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Banyak perubahan yang terjadi pada manusia dalam hubungannya dengan komputer.
Reactbale. Antarmuka multi-touch untuk bermain musik. User dapat berinteraksi dengan antarmuka tersebut secara simultan dengan memindahkan dan memutar objek fisik di permukaannya. Dikembangkan oleh Sergi Jordà dan rekan-rekannya di Universitas Pompeu Fabra, Barcelona.
HotHand Device. Cincin dengan electric guitar players, menggunakan sensor gerak dan wireless transmitter untuk membuat berbagai efek suara yang disesuaikan dengan gerakan tangan.
Audiovox’s Digital Message Center. Ditempelkan di kulkas, sehingga salah satu anggota keluarga dapat menulisi catatan digital dan meninggalkan pesan (audio dan video) untuk anggota keluarga lainnya.
Sony’s EyeToy. Sebuah kamera di depan TV memproyeksikan image seorang user ke layar bermain, memungkinkannya berinteraksi dengan game menggunakan perpindahan dan pergerakan lengan.
Berikut adalah gambar yang menunjukkan bahwa terjadi perubahan masyarakat disebabkan perkembangan teknologi. Seorang pria di Cape Town, Afrika Selatan, menjual mobile phones. Pada 2007, 77% orang Afrika memiliki mobile phone, dan hanya 11% yang memiliki akses komputer  Desain dan penelitian secara khas mengikuti iterative cycle, terdiri dari empat proses dasar yang kita pelajari, desain, bangun dan mengevaluasi teknologi. Perkembangan terhadap model desain IMK tersebut kemudian diperluas yaitu dengan menambah suatu stage yang disebut dengan “understand” yang memerlukan analisis konseptual. Sekarang, tujuan khusus penelitian IMK adalah mendesain dan mendesain ulang teknologi komputasi khusus (produk, layanan, aplikasi, atau sistem) untuk meningkatkan pengalaman (misal, shopping online) atau untuk membuat pengalaman yang cukup berbeda dengan sebelumnya.
Pendekatan yang diperluas terhadap penelitian dan desain IMK adalah ditujukan untuk membolehkan nilai-nilai manusia dimasukkan ke dalam semua stage. Cycle, pada IMK, dapat dimulai dari titik manapun, dan biasanya beriterasi dalam bagian penelitian atau perancangan.

     B.     Tujuan interaksi manusia dengan computer


        Tujuan utama disusunnya berbagai cara interaksi manusia & komputer :

untuk mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer. Para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang dirancangnya dapat bersifat akrab dan ramah dengan penggunanya (user friendly).

        Sebagai contoh, misalnya sebuah komputer lengkap dipasang pada sebuah tempat yang tidak nyaman bagi seorang pengguna yang menggunakan. Atau keyboard yang digunakan pada komputer tersebut tombol-tombolnya keras sehingga susah untuk mengetik sesuatu.



Contoh-contoh diatas merupakan beberapa hal mengapa kita membutuhkan mempelajari Interaksi Manusia dan Komputer.
Kita butuh Interaksi manusia komputer adalah agar kita lebih cepat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. serta dapat membuat waktu pengerjaannya lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak biaya dalam membuat suatu pekerjaan.

C.Manfaat dari interaksi manusia dan komputer 
Manfaat dari interaksi manusia dan komputer adalah untuk menghasilkan sistem yang bermanfaat (usable) dan aman (safe), artinya sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem tersebut bisa untuk mengembangkan dan meningkatkan keamanan (safety), utilitas (utility), ketergunaan (usability), efektifitas (efectiveness) dan efisiensinya (eficiency). Sistem yang dimaksud konteksnya tidak hanya pada perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga mencakup lingkungan secara keseluruhan, baik itu lingkungan organisasi masyarakat kerja atau lingkungan keluarga. Sedangkan Ketergunaan (usability) disini dimaksudkan bahwa sistem yang dibuat tersebut mudah digunakan dan mudah dipelajari baik secara individu ataupun kelompok. Utilitas mengacu kepada fungsionalitas sistem atau sistem tersebut dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi kerjanya.

• Useful (berguna)
  dapat menyelesaikan apa yang dibutuhkan.
• Usable (dapat digunakan)
   dapat dikerjakan dengan mudah & alamiah, tanpa ada
   bahaya kesalahan.
• Used ( digunakan)
  dapat membuat orang yang menggunakan menarik,
   menyenangkan
• “Usability” artinya membuat kriteria kualitas
   suatu perangkat lunak seperti
   – fungsionalitas,
   – kehandalan,
   – efisiensi,
   – kemudahan pemeliharaan,
   – dan portabilitas.




BAB III
Kesimpulan, saran dan penutup
 Kesimpulan

Perkembangan teknologi dapat menyebabkan manusia semakin bergantung dengan teknologi tersebut memudahkan user (manusia) untuk memanfaatkannya. Akan tetapi, perlu diperhatikan juga nilai-nilai dasar manusia agar dipertahankan, sehingga bukan sistem yang mengatur user, tetapi user yang mengatur sistem.

Saran

Adapun saran yang dapat penulis sampaikan, semua yaitu sebagai bahan pembelajaran buat saya karna karya ilmiah ini masih jauh dari kata sempurna. Dengan kata lain mencari ilmu sebagai bekal dimasa depan. Sebab Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang berilmu, dan semoga kita termasuk didalamnya. Amin

Penutup

Hanya bisa bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan karya ilmiah psikologi ini. Penulis juga minta maaf kepada semua pihak atas kekurangan dalam penyusunan karya ilmiah  ini, karena bagi penulis sendiri membicarakan sesuatu yang belum terlalu kita pahami adalah hal yang sangat nekat dan memaksakan diri. Untuk itu penulis harapkan kritikan dan saran dari semua pihak.
Untuk itu saya mengucapkan banyak terima kasih.

Wassalammmualaikum

        penulis









Daftar Pustaka



»»  read more...

Kamis, 28 Maret 2013

Survey psikologi mahasiswa IT




Pada tugas mata kuliah psikologi yang diberikan pada tanggal 27 Maret 2013, kami diberikan tugas untuk membuat survey yang teridiri dari beberapa pertanyaan. Judul dari survey yang saya buat adalah adalah “ Survey Psikilogi Mahasiswa IT" di survey ini saya memberikan beberapa pertanyaan tentang matakuliah psikologi pada mahasiswa yang telah mengambil matakuliah tersebut
Pada tanggal 28 Maret 2013 hasil survey saya akhiri,  dengan total responden 24 mahasiswa TI USU. Dan adapun penjelasan dan pertanyaa dari survey yang saya lakukan ada di bawah ini :

Pertanyaan :

 Bagaimana pendapat anda tentang matakuliah psikologi?

Respon :
Jawaban yang diberikan responden yang saya terima adalah menjawab dengan jawaban yang cukup beragam. Pendapat dari mahasiswa tentang matakuliah psikologi matakuliah menarik dan sangat berguna untuk kedepannya kitaakan menghadapi banyak orang dan langsung terjun kedunia kerjaun untuk memahami karakter seseorang,indoor-lesson class = nice; outdoor-lesson and HW the class = makes me busy of it. I can't do other jobs

Pertanyaan :

Metode belajar yang bagaimana menurut anda agar belajar psikologi bisa lebih efektif dan menyenagkan?

Respon :
        Jawaban yang di berikan para reponden yang saya terima
 dengan pendapat cukup begam tetapi hampir sama tujuannya, pendapat mahasiswa adalah membuat tes-tes kepribadian atau pada topik yang sedang dibahas pada proses belajar menjadi menarik serta menghubungkannya kepada kehidupan sehari-hari. Pertama-tama dijelaskan dulu dasar teorinya oleh dosennya, kemudian melakukan diskusi bersama teman dan di prentasikan.

Pertanyaan :

Apakah ada buku referensi lain selain dari buku psikologi?
Jika ya dari manakah referensinya?


Respon : 
    Jawaban yang diberikan responden kepada saya adalah semuanya hampir sama yaitu dari internet dan ebook.


Pertanyaan :

Apakah pada saat dosen mengajar di kelas anda cenderung mencatat atau diam mendengarkan?


Respon :
       Dari analisis jawaban yang diberikan para mahasiswa diam mendengarkan bila ada yang dianggap penting baru di catat/mencatat point-point pada topik yang diajarkan.


Pertanyaan :

Apakah kelas yang nyaman membantu anda menyerap pelajaran?

jika ya jawablah pertanyaan tersebut dengan singkat?


Respon :
        Jawaban yang diberikan oleh mahasiswa hampir semua sama, rasa nyaman membuat perasaan dan konsentrasi jauh lebih baik dalam kondisi yang nyaman, otak kita pun akan lebih rileks, sehingga pelajaran lebih mudah diserap.


Kesimpulan Analisis Secara Keseluruhan

Pada matakuliah psikologi ini banyak sekali manfaat yang dapat kita peroleh untuk membantu kita untuk kedepan nantinya, untuk itu kita dapat mengambil manfaat dalam proses belajar psikologi ini, Untuk memenuhi manfaat yang diperlukan para mahasiswa Teknologi Informasi kelak, maka perlu mempelajari dengan sungguh-sungguh pada topic-topikyang diberikan dalam ilmu psikologi di jurusan Teknologi Informasi, Dengan dibuatnya survey ini mahasiswa dapat  memilih,melihat dan mengerti bahwa ilmu psikologi perlu dan penting dipelajari di jurusan Teknologi Informasi.



Testimoni :
             Adanya tugas membuat survey ini menjadipengalaman baru buat saya, karsa saya belim pernah sama sekali membuat suvey seperti ini,Ternyata jrka kita membuat sirvey ini kita bisa mengetahui presentase dari suatu pertanyaan yang kita buat,Pada awalnya memangcukup susah untuk membuatnya tapi setelah tau dan bertanya kepada teman-teman ternyata tidak susah untuk membuatnya dan saya selesai mengerjakiannya. Ternyata antusiasme dari teman-teman sekalian untuk mengisi kuisioner cukup besar. Dan akhirnya selesai tugas yang saya buat.






»»  read more...

Selasa, 26 Maret 2013

PSIKOLOGI KOGNITIF


Psikologi kognitif dapat dipahami melalui:
· Proses2 mental (mind); aktivitas proses mental yang berkaitan dengan pikiran.
· Pendekatan (cara pandang terhadap perilaku)
Solso; 1991: Psikologi kognitif: adalah sesuatu yang berkaitan dengan bagaimana kita memperoleh informasi mengenai dunia, bagaimana informasi tsb direpresentasikan dan ditransformasikan sebagai pengetahuan, bagaimana informasi itu disimpan dan bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk mengarahkan perhatian dan perilaku kita.
Ruang Lingkup Psikologi Kognitif: memori, persepsi, pengambilan keputusan, bahasa, problem solving, inteligensi, emosi&kognisi, penalaran, konsep, pengetahuan (prosedrual).
Manfaat mempelajari psikologi kognitif:
· Satu porsi untama u/ studi psikologi manusia.
· Membantu psikologi lain (psi.sosial, pendidikan)
· Menentukan & meningkatkan perilaku (performansi) + cara bekerja pikiran.
Faktor yang mendukung sejarah:
o Ketidak puasan behaviorisme
o Naom Chamsky: bahasa
o Penelitian memory tahun 1950
o Jean Peaget : teori perkembangan kognitif (permanensi obyek)
o Pendekatan informasi & komunikasi (ilmu teknologi dan computer).
Sejarah:
v 2000 tahun lalu → Aristoteles → memory, Imagery.
v Abad sebelum 20:
- Wilhelm Wundt 1879 → laboratorium → metode interpeksi.
- Herman Ebbinghans → suku kata tak bermakna
- Calkin → riset memory
- William james → 2 jenis memory: (struktur memory, proses memory)
v Abad 20
- J.B. Watson; 1924 → behavioristik
- Koffka, kohler → Gestalt.
v Psi.kognitif kontemporer
- 1956 → symposium 11 sept 1956 (Massachusetts Institute of Technology). Artikel, jurnal. Mulai saat itu psi.kognitif berkembang pesat.
- Buku karangan “cognitive Psychology” → Olric Neisser; 1976
Asumsi-asumsi:
1. Proses psi.kognitif aktif tidak pasif
2. Proses psi.kognitif sangat efisien dan akurat
3. Proses psi.kognitif lebih baik menangkap informasi positif daripada negative
4. Proses psi.kognitif berhubungan satu dengan yang lain, tidak bekerja secara terpisah
5. Proses psi.kognitif tidak dapat diamati secara langsung.


»»  read more...

INTELEGENSI


PENGERTIAN INTELEGENSI

Menurut David Wechsler, inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
Wangmuba, Materi Psikologi, Psikologi Umum, Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan umum individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dalam kemampuan yang umum ini, terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan, kecakapan, atau ketrampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. Karena suatu tes inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini, maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi.(sumber: iqeq.web.id)
intelegensi menurut “Claparde dan Stern” adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi dan kondisi baru. Berbagai macam tes telah dilakukan oleh para ahli untuk mengetahui tingkat intelegensi seseorang. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat intelegensi seseorang. Oleh karena itu banyak hal atau faktor yang harus kita perhatikan supaya intelegensi yang kita miliki bisa meningkat. (http://fadliyanur.blogspot.com/2008/02/intelegensi.html)
Claparde dan Stern mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru.
K. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian.
David Wechster (1986). Definisinya mengenai intelegensi mula-mula sebagai kapasitas untuk mengerti ungkapan dan kemauan akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya. Namun di lain kesempatan ia mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif.
William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut: intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru, dengan menggunakan alat-alat berfikir yang sesuai dengan tujuannya. William Stern berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan, pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada intelegensi seseorang.
Dari batasan yang dikemukakan di atas, dapat kita ketahui bahwa:
a. Intelegensi itu ialah faktor total berbagai macam daya jiwa erat bersangkutan di dalamnya (ingatan, fantasi, penasaran, perhatian, minat dan sebagainya juga mempengaruhi intelegensi seseorang).
b. Kita hanya dapat mengetahui intelegensi dari tingkah laku atau perbuatannya yang tampak. Intelegensi hanya dapat kita ketahui dengan cara tidak langsung melalui “kelakuan intelegensinya”.
c. Bagi suatu perbuatan intelegensi bukan hanya kemapuan yang dibawa sejak lahir saja, yang penting faktor-faktor lingkungan dan pendidikan pun memegang peranan.
d. Bahwa manusia itu dalam kehidupannya senantiasa dapat menentukan tujuan-tujuan yang baru, dapat memikirkan dan menggunakan cara-cara untuk mewujudkan dan mencapai tujuan itu.

Ciri-ciri intelegensi yaitu :
1. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung).
2. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya.


Menurut English & English dalam bukunya " A Comprehensive Dictionary of Psichological and Psychoalitical Terms" , istilah intellecct berarti antara lain :
(1) Kekuataan mental dimana manusia dapat berpikir ;
(2) suatu rumpun nama untuk proses kognitif, terutama untuk aktivitas yang      berkenaan dengan berpikir ( misalnya menghubungkan, menimbang, dan memahami); dan
(3) kecakapan, terutama kecakapan yang tinggi untuk berpikir; (bandingkan dengan intelligence. Intelligence =intellect).

referensi : http://bknpsikologi.blogspot.com

»»  read more...

Emosi


A.   Pengertian Emosi
Kata “ emosi “ diturunkan dari kata bahasa prancis, emotion dari emouvoir, “ kegembiraan “ dari bahasa latin “ emovore “ yang artinya mencerca, yaitu sesuatu yang mendorong terhadap sesuatu.dan movere yang berarti “ bergerak.”[1]
Emosi adalah perasaan yang tidak terkendali lebih mendekat pada kejasmanian.
Pada hakikatnya setiap orang itu mempunyai emosi. Dari bangun tidur pagi hari sampai waktu tidur malam hari, kita mengalami bermacam-macam pengalaman yang menimbulkan berbagai emosi pula. Pada saat makan pagi bersama keluarga, misalnya, kita merasa gembira atau dalam perjalanan menuju kantor, menuju kampus, kita merasa jengkel karena jalanan  macet, sehingga setelah tiba ditempat tukuan, kita merasa malu karena datang terlambat, dan seterusnya. Semua itu merupakan emosi kita.
Emosi pada umumnya berlangsung dalam waktu yang relative singkat, sehingga emosi berbeda dengan mood. Mood atau suasana hati pada umumnya berlangsung dalam waktu yang lama dari pada emosi, tetapi intensitasnya kurang apabila dibandingkan dengan emosi. Apabila seseorang mengalami marah ( emosi ) maka kemarahan tersebut tidak segera hilang begitu saja, tetapi masih berlangsung dalam jiwa seseorang ( ini dimaksud dengan mood ) yang akan berperan dalam diri orang yang bersangkutan, namun demikian ini juga perlu dibedakan dengan temperamen. Temperamen adalah keadaan psikis seseorang yang lebih permanent dari pada mood, karena itu temperamen lebih merupakan predisposisi yang ada pada diri seseorang, dank arena itu temperamen lebih merupakan kepribadian seseorang  apabila dibandingkan dengan mood.
Menurut William James ( dalam Wedge, 1995 ), emosi adalah “ kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya”.
Menurut Crow  ( 1962 ) mengartikan emosi sebagai “  Suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment ( penyesuaian dari dalam ) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu”.
Dari definisi tersebut, jelas bahwa emosi tidak selamanya jelek. Emosi, meminjam ungkapan Jalaluddin Rakhmat ( 1994 ), “ memeberikan bumbu kepada kehidupan, tanpa emosi, hidup ini kering dan gersang.
Berkaitan dengan itu, Coleman dan Hammen ( 1974, dalam Rakhmat, 1994 ) menyebutkan, setidaknya ada empat fungsi emosi.
1.       Emosi adalah pembangkit energi ( energizer ). Tanpa emosi, kita tidak sadar atau mati. Hidup berarti merasai, mengalami, bereaksi, dan bertindak. Emosi membangkitkan dan memobilisasi energi kita, marah menggerakkan kita untuk mrnyerang. Takut menggerakkan kita untuk berlari. Dan cinta mendorong kita untuk mendekat dan bermesraan.
2.      Emosi adalah pembawa informasi ( messenger )
3.      emosi bukan hanya membawa informasi dalam komunikasi intrapersonal, tetapi juga pembawa pesan dalam komunikasi interpersonal.
4.      emosi juuga merupakan sumber informasi tentang keberhasilan.
B.   Macam-macam Emosi
Atas dasar arah aktivitasnya, tingkah laku emosional dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu : pertama, Marah, orang bergerak menentang sumber frustasi; kedua, Takut, orang bergerak meninggalkan sumber frustasi; ketiga, Cinta, orang bergerak menuju sumber kesenangan; keempat, Depresi, orang menghentikan respons-respons terbukanya dan mengalihkan emosi kedalam dirinya sendiri.
Dari hasil penelitian, John B. Watson ( dalam Mahmud, 1990 ) menemukan bahwa tiga dari keempat respons emosional tersebut terdapat pada anak-anak, yaitu: takut, marah, dan cinta.
1.      Marah
Marah adalah keadaan psikologis yang menyimpang watak seseorang dari jalan yang dialami. ( Hartati, 2005:114 )
 Arif Budiman dan Abu Bakar Baraja dalam wetrimudrison, 2005:2 ) menyebutkan dalam bukunya mental sehat hidup nikmat. Mental sakit hidup pahit. Bahwa marah sebagai suatu emosi yang disebabkan karena seseorang menghadapi suatu keadaan yang tidak disukainya, atau bertentangan dengan kemauannya.
Dalam kitab ihya ulumuddin ( Imam Al-Gazali dalam wetrimudrison 2005:2 ) menerangkan bahwa marah bagaikan nyala api yang menyala berkobar- kobar, menyerang bergerak dalam hati manusia.
Secara psikologis marah adalah fenomena emosional. Dari beberapa pengertian marah diatas, maka dapat disimpulkan bahwa marah adalah bentuk ekspresi manusia untuk melampiaskan ketidakpuasan, kekecewaan atau kesalahannya ketika terjadi gejolak emosional yang tidak terkendalikan.
Sedangkan ( Tice dalam Goleman,2003:82 ) menemukan bahwa amarah merupakan suasanan hati yang paling sulit dikendalikan. Marah merupakan suatu emosi penting yang mempunyai fungsi esensial bagi kehidupan manusia, yakni membantunya dalam menjaga dirinya. Pada waktu seseorang marah, energinya guna melakukan upaya fisik yang keras semakin meningkat. Ini memungkinkannya untuk mempertahankan diri atau melakukan segala hambatan yang menghadang dijalan dalam upaya untuk merealisasikan tujuan-tujuannya.
Emosi marah yang menguasai diri seseorang bisa membuat macet kemampuan berpikirnay yang sehat. Kadang-kadang ia melakukan tindakan atau mengucapkan perkataan yang memusuhi, yang disesalinya setelah kemarahannya reda. ( Najati, 1985:79 )
Beberapa hal yang menyebabkan marah : Faktor penyebab mengapa seseorang maenjadi marah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: eksternal dan internal. Factor eksternal adalah hal-hal yang datang dari luar diri  sang individu. Contoh marah kepada atasan atau bawahan, dan lain-lain kemarahan juga dapat disebabkan oleh adanya factor-faktor yang ada dalam diri sendiri. Dengan kata lain ada unfinished business ( masalah yang tidak tuntas ) yang bisa memicu timbulnya marah. Contoh: ketakutan atau kekhawatiran terhadap sesuatu hal tertentu, ketidakmampuan dalam berinteraksi, adanya pengalaman traumatic ataupun kenangan pahit pada masa lalu.
2.      Takut
Pada dasarnya rasa takut itu bermacam-macam. Ada yang timbul karena seorang anak kecil memang ditakut-takuti atau karena berlakunya berbagai pantangan dirumah. Akan tetapi, ada juga rasa takut “ naluriah “ yang terpendam dalam hati sanubari setiap insane. Misalnya saja rasa takut akan tempat gelap, takut berada ditempat sepi tanpa teman, atau takut menghadapi hal-hal asing yang tidak dikenal. Kengeri-ngerian ini relative lebih banyak diderita oleh anak-anak daripada orang dewasa. Karena, sebagai insan yang masih sangat mudah, tentu saja daya tahan anak-anak belum kuat.[2]
Setiap anak kerap kali diganggu oleh rasa takut dan pada beberapa anak, rasa takut ini sedemikian kuatnya, sehingga kebebasan mereka untuk bergerak menjadi sangat terhambat.
Sebenarnya orang dewasapun sering mengalami rasa takut ini. Banyak pula diantara mereka harus terus bergulat dengan masalah-masalah yang tidak terselesaikan yang secara langsung atau tidak langsung  berakar pada ketakutan-ketakutan yang mereka alami pada waktu kanak-kanak dulu.
Ada beberapa cara untuk mengatasi rasa takut pada anak :
Pertama; ciptakanlah suasana kekeluargaan/ lingkungan social mampu menghadirkan rasa keamanan dan rasa kasih saying. Kedua; berilah penghargaan terhadap usaha-usaha anak dan pujilah bila perlu. Ketiga; tanamkan pada anak bahwa ada kewajiban social yang perlu ditaati. Keempat; tumbuhkan pada diri anak kepercayaan serta keberanian untuk hidup; jauhkanlah ejekan dan celaan.
3.      Cinta
Apakah cinta ? sesungguhnya betapa sulitnya kita menjelaskan kata yang satu ini. Sama halnya ketika kita harus mendefinisikan ihwal kebahagiaan. Penyair Mesir, Syauqi Bey, melukiskan “ cinta “ dalam sebuah sajaknya:
Apakah cinta ? mulanya berpandangan mata. Lantas saling senyum. Kata berbalas kata dan memadu janji akhirnya bertemu.
Namun yang digambarkan Syauqi Bey ( dalam Akbar, !995: 14 ) diatas adalah cinta romantis, yaitu cinta waktu pacaran yang kadang-kadang berakhir putus setelah puas bertemu dan memadu cinta, tidak sampai mengikat kejenjang pernikahan. Adapun cinta yang tumbuh dalam pernikahan adalah lebih kuat dan lebih agung, karena Tuhan menciptakannya untuk menjalain pernikahan itu menjadi kekal, tidak gampang diputuskan, itulah yang dapat menumbuhkan rasa bahagia, membuahkan sakinah, menimbulkan kesetiaan yang tahan uji, yang tidak mudah ditembus oleh godaan dan rayuan siapapun.
A.   Gejala- gejala Kejiwaan Yang Digolongkan Dalam Emosi.
Ø  Perasaan
Perasaan ialah suatu keadaan kerohanian atau peristiwa kejiwaan yang kita alami dengan senang atau tidak senang dalam hubungan dengan peristiwa mengenal dan bersifat subyektif. Unsur-unsur perasaan adalah sebagai berikut.
·  Perasaan bersifat subyektif daripada gejala mengenal.
· Perasaan bersangkut paut dengan gejala mengenal.
· Perasaan dialami sebagai rasa senang atau tidak senang, yang tingkatanya tidak sama.
Perasaan lebih erat hubungannya dengan pribadi seseorang dan berhubungan pula dengan gejala-gejala jiwa yang lain. Oleh sebab itu, tanggapan perasaan seseorang terhadap sesuatu tidsak sama dengfan tanggapan persaan orang lain, terhadap hal yang sama. Sebagai contoh ada 2 (dua) orang bersama-sama menyaksikan pementasan drama. Seorang diantaranya menanggapi pementasan para pemeran tersebut dengan rasa kagum dan senang, singkatnya dia menilai penampilan pementasaan drama itu sangat sempurna, tapi seorang yang lain menanggapi pementasan tersebut dengan acuh tak acuh, tampaknya pementasan itu biasa-biasa saja dan tidak menarik.
Karena adanya sifat subyektif pada perasaan inilah maka gejala perasaan tidak dapat disamakan dengan gejala mengenal, tidak dapat disamakan dengan pengam,atan, fikiran dan sebaginya. Perasaan tisdak merupakan suatu gajala kejiwaan yang terdiri sendiri, tetapi bersangkut paut dengan gejala mengenal. Kadng-kadang gejala perasaan diiringi oleh peristiwa mengenal dan sebaliknya pada suatu ketika gejala perasaan yang menyertai peristiwa mengenal. Gejala persaan bergantung pada:
a.       Keadaan jasmani,  misalnya badan dalam keadaan sakit, perasaan mudah tersinggung dari pada badan dalam keadaan sehat dan segar.
b.      Pembawaan, ada orang yang pembawaan berperasaan halus, sebaliknya ada pula yang kebal perasaannya.
c.       Perasaan seseorang berkembang sejak ia mengalami sesuatu. Keadaan yang dpat memengaruhi perasaan dapt memberikan orak dalam perkembangan perasaan.
Perasaan selain bergantung kepada stimulus yang datang dari luar, perasaan juga bergantung kepada :
a.       Keadaan jasmani individu yang bersangkutan.
b.      Keadaan dasar individu. Hal ini erat hubungannya dengan struktur individu.
c.       Keadaan individu pada suatu waktu, atu keadaan yang temporer seseorang.
      Tiga Dimensi Perasaan Menurut Wundt.
Menurut Wundt, perasaan tidak hanya dapat dialami individu sebagai perasaan senang atau tidak senang, tetapi masih dapat dilihat dar dimensi lain. Memang salah satu segi perasaan itu dialami sebagai perasaan yang menyenangkan atau tidak menyenagkan. Hal ini dinyatakan oleh Wundt sebagai dimensi yang pertama. Disamping itu masih terdapat dimensi lain bahwa perasaan itu dapat dialami sebagai suatu hal yang “exited” atau sebagai “inert feeling”, hal ini oleh Wundt dipergunakan sebagi dimensi yang kedua.disamping itu masih adanya dimensi lain yang dipegunakan sebagai dimensi yang ketiga yaitu “expextancy” dan “release feeling”
Sehubungan dengan soal dan waktu dan perasaan, Strens juga membedakan perasaan dalam tiga golongan yaitu.
a.       Perasaan-perasaan presens, yaitu yang bersangkutan dengan keadaan-keadaan sekarang yang dihadapi. Hal ini berhubungan dengan situasi yang aktual.
b.      Perasaan-perasaan yang menjangkau maju, merupakan jangkauan kedepan dalam kejadiaan-kejadiaan yang akan datang, jadi masih dalam pengharapan.
c.       Perasaan-perasaan yang berhubungan dengan waktu-wktu yang telah lalu, atu melihat kebelakang yang telah terjadi.

    Perasaan dan Gejala-Gejala Kejasmaniaan.
Gejala perasaan tidak berdiri sendiri, melainkan bersangkut paut dengan gejala-gejala jiwa yang lain bahkan perasaan dengan keadaan tubuh ini memang tidak dapat dipisahkan, contoh:
Kalau ada orang bercakap-cakap biasanya disertai dengan gerakan tangan. Gerakan ini tidak lain dari ungkapan perasaan untuk memperjelas apa yang dikatakan. Orang yang sedang menghormati orang lain, biasanya disertai dengan gerakan tangan
            Tanggapan-tanggapan tubuh terhadap perasaan dapat berwujud:
Ø  Mimik, gerak roman muka
Ø  Pantomimic, gerakan-gerakan anggota badan bagi orang bisu tuli, terdiri dari gerakan-gerakan yang termasuk mimik dan pantomimik.
Ø  Gejala pada tubuh, seperti denyut jantung bertambah cepat dari biasanya, muka menjadi pucat dan sebagainya.

      Macam-Macam Perasaan

Dalam kehidupan sehari-hari sering didengar adanya perasaan yang tinggi dan perasaan yang rendah. Keadaan ini menunjukkan adanya suatu klasifikasi dari perasaan. Max Scheler mengajukan pendapat bahwa ada 4 macam tingkatan dalam perasaan, yaitu:
a.       Perasaan Pengindraan
Perasaan ini merupakan perasaan yang berdasarkan atas kesadaran yang berhubungan dengan stimulus pada kejasmanian, misalnya rasa sakit, panas, dingin.
b.      Perasaan Vital
 Perasaan ini bergantung kapada keadaan jasmani seluruhnya, misalnya rasa segar, lelah dan sebagainya.
c.       Perasaan kejiwaan.
Perasaan ini merupakan perasaan saperti rasa gembira, susah, takut.
d.      Perasaan kepribadian.
Perasaan ini merupakan perasaan yang berhubungan dengan keseluruhan pribadi, misalnya perasaan harga diri prasaan putus asa , perasaan puas (Bigot, Kohstamm, palland, 1950)
Disamping itu kohstamm memberikan memberikan klasifikasi perasaan sebagai berikut:
a.       Perasaan keinderaan
Perasaan ini adalah perasaan yang berhubung dengan alat-alat indera, misalnya perasaan yang berhubungan dengan pencecapan, umpamanya asam asin, pahit, manis; yang berhubungan dengan baud an sebagainya. Juga termasuk dalam hal ini perasaan-perasaan lapar, haus, sakit, lelah dan sebagainya.
b.      Perasaan kejiwaan  (  Rohani  )
Dalam golongan ini perasaan masih dibedakan lagi atas:
1)      Perasaan intelektual
Perasaan ini merupakan jenis perasaan yang timbul atau menyertai perasaan intelektual, yaitu perasaan yang timbul bila orang dapat memecahkan sesuatu soal, atau mendapatkan hal-hal yang baru sebagai hasilkerja dari segi intelektualnya. Perasaan ini juga dapat merupakan suatu mendorong atau dapat memotivasi individu dalam berbuat; perasaan ini juga dapat merupakan motivasi dalam lpangan ilmu pengetahuan.
2)      Perasaan Kesusilaan
Perasaan kesusilaan timbul kalau orang mengalami hal-hal yang baik atau buruk menurut norma-norma kesusilaan. Hal-hal yang baik akan menimbulkan perasaan yana positif, sedangkan hal-hal yang buruk akan menghasilkan menimbulkan perasaan yang negatif.
3)      Perasaan Keindahan
Perasaan ini timbul kalau orang mengamati sesuatu yang indah atau yang jelek. Yang indah menimbulkan perasaan positif, yang jelek menimbulkan perasaan yang negatif.
4)      Perasaan Kemasyarakatan
Perasaan ini timbul dalam hubungan dengan orang lain. Kalau orang mengikuti keadaan orang lain, adanya perasaan yang menyertainya. Perasaan dapat bermacam-macam coraknya, misalnya benci atau antipasti, senang atau simpati.
5)      Perasaan Harga Diri
Perasaan ini merupakan perasaan yang menyertai harga diri seseorang. Perasaan ini dapat positif, yaitu kalau orang mendapatkan penghargaan terhadap dirinya. Perasaan ini dapat meningkat kepada perasaan harga diri lebih. Tetapi perasaan ini juga dapat bersifat negatif, yaitu bila orang mendapatkan kekecewaan. Ini dapat menimbulkan rasa harga diri kurang.
6)      Perasaan Ketuhanan
Perasaan ini berkaitan dengan kekuasaan Tuhan. Salah satu kelebihan manusia sebagai makhluk Tuhan adalah dianugerahkannya kemapuan mengenal Tuhannya. Perasaan ini digolongkan pada peristiwa psikis yang paling mulia dan luhur. Kemampuan  yang demikian ini tidak terdapat dalaam diri binatang. Walaupun binatang itu sendiri dapat berpikir (dalam bentuk sederhana), tetapi tidak mampu hidup beragama. Oleh karena itu, pemilihan pola hidup religious adalah merupakan keputusan pribadi yang paling asasi dan memberikan kekuatan dalam menghadapi segala badai taufan kehidupan.

Ø  Affek dan Stemming (Suasana Hati)
Affek dapat diuraikan sebagai rasa ketegangan hebat kuat, yang timbul dengan tiba-tiba dala waktu singkat, tidak disadari dan disertai dengan gejala-gejala jasmaniah yang hebat pula. Sebagai akibatnya, pribadi yang mehinggapi affek tersebut tidak mengenal atau tidak menyadari lagi terhadap sesuatu yang diperbuatnya. Sedangkan Stemming adalah suasana hati bayangan berlangsung agak lama, lebih tenang, berkesinambungan, dan ditandai dengan cirri-ciri perasaan senang atau tidak senang.
Wilhelm Wundt. Tokoh psikologi eksperimental dalam sebuah analisis intropeksi telah menemukan affek dalam 3 komponen, yaitu:
a.       Affek yang disertai perasaan senang dan tidak senang.
b.      Affek yang menimbulkan kegiatan jiwa atau melemahkan.
c.      Affek yang berisi penuh ketegangan dan affek penuh relaks (mengendorkan).
Sedangkan Immanuel Kant membagi affek tersebut dalam dua ketegori, yaitu:
a.       Affek Sthenis (sthenos = kuat, perkasa) dengan mana individu menyadari kemampuan dan kekuatan tenaganya, sehingga aktivitas jasmani dan rohani bias dipertinggi.
b.      Affek Asthenis, ialah affek yang membawa perasaan kehilangan kekuatan, sehingga aktifitas fisik dan psikisnya terlumpuhkan karenanya.
Stemming atau suasana hati dapat diartikan sebagai suasana hati yang berlangsung agak lama, lebih tenang, berkesinambungan dan ditandai dengan ciri-ciri perasaan senang atau tidak senang. Sebab-sebab suasana hati itu pada umumnya ada dalam bawah sadar, namun ada kalanya juga disebabkan oleh factor jasmaniah. Jika suasana hati ini konstan sifatnya, maka peristiwa ini disebut “humeur”.

Ø  Simpati
Simpati ialah Sesuatu kecenderungan untuk ikut serta merasakan segala sesuatu yang sedang dirasakan orang lain. Dengan kata lain, suatu kecenderungan untuk ikut serta merasakan sesuatu yang sedang dirasakan oleh orang lain. Simpati dapat timbul karena persamaan cita-cita, mungkin karena penderitaan yang sama, atau karena berasal dari daerah yang sama, dan sebagainya. Contoh : ketika ada tetangga yang berusaha untuk membantu, simpati lebih banyak terlihat pada hubungan sebaya dan lain-lain.[3]
Gejala perasaan yang berlawanan dengan simpati ialah antipati. Gejala perasaan ini menunjukkan ketidaksenangan kepada orang lain. Ketidaksenangan ini dapat berujud suatu kebencian. Dari kebincian ini terdapat unsur berlawanan atau bermusuhan. Antipasti ini timbul karena bermacam-macam sebab seperti halnya sempati.
Ø  Empati
Empati ialah suatu kecenderungan untuk merasakan sesuatu yang dilakukan orang lain andaikata dia dalam situasi orang lain tersebut. Karena empati, orang mengunakan perasaannya dengan effektif dalam situasi orang lain, didorong oleh emosinya seolah-olah dia ikut mengambil bagian dalam gerakan-gerakan yang dilakukan orang lain. Contoh : seorang ibu akan merasa kesepian ketika anaknya yang bersekolah diluar kota, ia rindu memikirkan anaknya hingga beliau terjatuh sakit.[4]

Ø  Masalah-Masalah Praktis.
a.      Fungsi Perasaan
1)      Mempunyai pengaruh yang besar kepada setiap perbuatan dan kemaun.
2)      Perasaan itu cepat dan mudah menular.
3)      Menyangkut perasaan indriawi seperti panas, dingin, sejuk, sedap dan lain-lain, juga perasaan vital. Perlu dilakukannya pembiasan demi pengembangan kepribadian.
4)      Seyogyanya senantiasa ditumbuhkan perasaan intelektual dalam  upaya membangkitkan motivasi.
5)      Gangguan yang serius dan kronis pada kehidupan perasaan dapat mengakibatkan timbulnya tingkah lakju abnormal dan gejala neurosa.
b.      Emosi dan Perkembangan Pribadi.
Karena emosi berpengaruh terhadap kejiwaan, berarti berpengaruh juga tehadap kemuan dan perbuatan. Maka gejala jiwa itu berpengaruh juga terhadap perkembangan dan pembentukan pribadi.
1)      Kekuatan perasaan dapat diperkuat dan dapat diperlemah. Kemungkinan semacam itu memberikan kesempatan yang baik kepada usaha-usaha pendidikan.
2)      Pendidikan perasaan adalah sangat penting. Usahakanlah suasana dan rangsang-rangsang yang dapat membangun dan mengembangkan perasaan yang baik dan luhur, dan tiadakanlah keadaan yang merangsang timbulnya perasaan-perasaan rendah dan negative,
3)      Karena emosi mempunyai sifat menjalar/menular/merembet, maka jangan membawakan emosi-emosi yang negative dalam hubungannya dalam sesama, baik dalam pergaulan pendidikan maupun dalam pergaulan pada umumnya.

referensi : http://echamdiya.blogspot.com

»»  read more...

MEMORI


A.     Pengertian Ingatan
Ingatan atau sering disebut memory adalah sebuah fungsi dari kognisi yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Ingatan akan dipelajari lebih mendalam di psikologi kognitif dan ilmu saraf.Pada umumnya para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Apa yang telah diingat adalah hal yang pernah dialami, pernah dipersepsinya, dan hal tersebut pernah dimasukkan kedalam jiwanya dan disimpan kemudian pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Ingatan merupakan kemampuan untuk menerima dan memasukkan (learning), menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali apa yang pernah dialami (remembering).
Dalam proses mengingat informasi ada 3 tahapan yaitu memasukkan informasi (encoding), penyimpanan (storage), dan mengingat (retrieval stage).


B.      Fungsi Memasukkan (Encoding)
Proses Encoding (pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara mengubah menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme). Jadi encoding merupakan suatu proses mengubah sifat suatu informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme. Proses ini sangat mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam memori.
Proses pengubahan informasi ini dapat terjadi dengan dua cara, yaitu:
1.      Tidak sengaja, yaitu apabila hal-hal yang diterima oleh inderanya dimasukkan dengan tidak sengaja ke dalam ingatannya. Contoh konkritnya dapat kita lihat pada anak-anak yang umumnya menyimpan pengalaman yang tidak disengaja, misalnya bahwa ia akan mendapat apa yang diinginkan jika ia menangis keras-keras sambil berguling-guling.
2.      Sengaja, yaitu bila individu dengan sengaja memasukkan pengalaman dan pengetahuan ke dalam ingatannya. Contohnya kita sebagai mahasiswa, dimana dengan sengaja kita memasukkan segala hal yang dipelajarinya di perguruan tinggi.

D.     Fungsi Menimbulkan Kembali (Retrival)
Fungsi ketiga ingatan adalah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan. Mekanisme dalam proses mengingat kembali sangat membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Seseorang dikatakan “Belajar dari Pengalaman” karena ia mampu menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi saat ini juga.
Menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan dapat menggunakan cara:
1.       Recall, yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Conyohnya mengingat nama seseorang tanpa kehadiran orang yang dimaksud.
2.       Recognize, yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama seseorang saat ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan.
3.       Redintegrative, yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses mengingat reintegrativeterjadi bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Siti Nurbaya (tokoh sinetron), maka akan teringat banyak hal dari tokoh tersebut karena orang tersebut telah menontonnya berkali-kali.

E.      Kelupaan
Kelupaan terjadi karena materi yang disimpan dalam ingatan itu jarang ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran yang akhirnya mengalami kelupaan. Hali itu dikarenakan interval merupakan titik pijak dari teori-teori tentang kelupaan.
Ada lima teori lupa, yaitu:
1.      Decay Theory (Atropi), teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (rehearsal). Informasi yang disimpan dalam memori akan meninggalkan jejak-jejak (memory trace) yang bila dalam jangka waktu lama tidak ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran, akan rusak atau menghilang.

2.      Teori Interferensi, teori ini menitikberatkan pada isi interval. Teori ini beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan), akan tetapi jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk, mengganggu satu sama lain. Bisa jadi bahwa informasi yang baru diterima mengganggu proses mengingat yang lama, tetapi juga terjadi sebaliknya.
Bila informasi yang baru kita terima menyebabkan kita sulit mencari informasi yang sudah ada dalam memori kita, maka terjadilahinterferensi retroaktif. Sedangkan, bila informasi yang kita terima sulit untuk diingat karena adanya pengaruh ingatan yang sama, maka terjadi proses interferensi proaktif.

3.      Teori Retrieval Failure, teori ini sebenarnya sepakat dengan teori interferensi bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali lebih disebabkan tidak adanya petunjuk yang memadai. Dengan demikian, bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka informasi tersebut tentu dapat ditelusuri dan diingat kembali.

4.      Teori Motivated Forgetting, menurut teori ini, seseorang akan cenderung berusaha melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hal-hal yang menyakitkan atau tidak menyenangkan ini akan cenderung ditekan atau tidak diperbolehkan muncul dalam kesadaran. Jadi, teori ini beranggapan bahwa informasi yang telah disimpan masih selalu ada.

5.      Lupa Karena Sebab-sebab Fisiologis, para peneliti sepakat bahwa setiap penyimpanan informasi akan disertai berbagai perubahan fisik di otak. Perubahan fisik ini disebut engram. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan lupa yang mengakibatkan amnesia. Bila yang dilupakan adalah berbagai informasi yang telah disimpan beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan disebut menderia amnesia retrograd. Bila yang dilupakan adalah informasi yang baru saja diterimanya, maka orang tersebut menderita amnesia anterograd.

F.       Beberapa Eksperimen Mengenai Ingatan
Beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ingatan dapat dikemukakan sebagai berikut:
1.      Metode dengan melihat waktu atau usaha belajar (the learning time method)
Metode ini merupakan metode penelitian ingatan dengan melihat sejauh mana waktu yang diperlukan oleh seseorang untuk dapat menguasai materi yang dipelajari dengan baik, seperti dapat mengingat kembali materi tersebut tanpa kesalahan.
Misalnya seseorang yang disuruh mempelajari suatu syair lagu dan orang tersebut harus menimbulkan kembali syair tanpa ada kesalahan. Bila kriteria ini telah terpenuhi, maka diukur waktu yang diperlukan hingga mencapai kriteria tersebut. Individu yang satu lebih cepat daripada individu yang lain, tetapi ada pula yang lambat. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu atau usaha yang dibutuhkan oleh seseorang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan masing-masing.

2.      Metode belajar kembali (the relearning method)
Metode ini merupakan metode yang berbentuk dimana suatu individu disuruh mempelajari kembali materi yang telah dipelajari sampai pada suatu kriteria tertentu. Dalam relearning, untuk mempelajari materi yang sama untuk kedua kalinya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat dibanding dengan pertemuan pertama.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin sering dipelajari, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya, dan semakin banyak materi yang dapat diingat dengan baik, dan makin sedikit materi yang dilupakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa prosesrelearning ada waktu yang dihemat untuk disimpan. Oleh karena itu metode ini disebut juga dengan metode saving method.

3.      Metode rekonstruksi
Metode ini menugaskan individu untuk mengkronstruksi kembali materi yang telah diberikan kepadanya. Dalam mengkonstruksi kembali dapat diketahui waktu yang digunakan, kesalahan-kesalahan yang diperbuat, sampai pada kriteria tertentu. Contohnya seperti bermain puzzle.

4.      Metode mengenali kembali (recognition)
Dalam metode ini penelitian dalam memori ditekankan padarecognition (mengenal kembali). Jadi subjek diminta untuk mempelajari materi kemudian materi tadi disajikan ulang dengan penyertaan materi lain. Adanya materi lain untuk mentes subjek apakah ia mampu mengenal kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya diantara materi-materi lain yang disajikan.
5.      Metode mengingat kembali
Dalam metode ini yang ditekankan adalah proses recall(mengingat kembali) terhadap apa yangtelah dipelajari sebelumnya. Misalnya pada tes yang berbentuk essai atau pada tugas-tugas pengarang dimana subjek diminta untuk mengingat kembali peristiwa atau pengalaman yang dialaminya.

6.      Metode asosiasi berpasangan
Metode ini mengambil bentuk subjek disuruh mempelajari materi secara berpasang-pasangan. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan  mengingat apa yang telah dipelajarinya, maka dalam evaluasi, salah satu pasangan digunakan sebagai stimulus, dan subjek disuruh menampilkan kembali (baik recall maupun recognition).

referensi : Anonim. “Ingatan dan Memori Otak”. Online.http://anangku.blogspot.com/2008/09/ingatan-dan-memori-otak.html. Diakses 20 Desember 2011.

Anonim. “Recall Memory dalam Psikologi”. Online.http://www.masbow.com/2009/11/recall-memory-dalam-psikologi.html. Diakses 20 Desember 2011.

Dedi Wahyudi. “Seputar Ingatan (Memory)”. Online.http://podoluhur.blogspot.com/2009/02/seputar-ingatan-memory.html. Diakses 20 Desember 2011.

Herico. “Istilah dan Konsep Dasar Memori atau Ingatan”. Online.http://goilmu.wordpress.com/2010/01/29/istilah-dan-konsep-dasar-memori-atau-ingatan/. Diakses 20 Desember 2011.

Walgito, Bimo. 2010. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Andi.

»»  read more...

TEORI KOGNISI DAN BAHASA


  Kognisi

Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. http://id.shvoong.com/images/spacer.gif?s=summarizer&d=1331719938031&id=273206cf-974b-4c4a-9b0e-9e13b6659030Kognisi adalah istilah ilmiah untuk  proses pikiran, yaitu bagaimana manusia melihat, mengingat, belajar dan berpikir tentang informasi.
Kognisi dipahami sebagai proses mental karena kognisi mencermikan pemikiran dan tidak dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu kognisi tidak dapat diukur secara langsung, namun melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati. Misalnya kemampuan anak untuk mengingat angka dari 1-20, atau kemampuan untuk menyelesaikan teka-teki, kemampuan menilai perilaku yang patut dan tidak untuk di imitasi. Proses kognitif menggabungkan antara informasi yang diterima melalui indera tubuh manusia dengan informasi yang telah disimpan di ingatan jangka panjang.
Kognisi sangat erat kaitannya dengan proses berpikir, dimana berpikir melibatkan proses manipulasi informasi secara mental, seperti membentuk konsep-konsep abstrak, menyelesaikan beragam masalah, mengambil keputusan, dan melakukan refleksi kritis atau menghasilkan gagasan kreatif.
Konsep (concepts) ialah proses dasar dari berpikir, karena konsep merupakan kategori-kategori mental yang digunakan untuk mengelompokkan objek-objek, kejadian-kejadian, dan beragam sifat. Konsep merupakan potongan/ bagian yang membangun pikiran manusia, oleh karena itu konsep sangat mempengaruhi pola berpikir setiap manusia. Pemahaman akan konsep akan menghasilkan kelanjutan dari proses berpikir yaitu pemecahan masalah.
Pemecahan masalah ialah suatu proses berpikir dalam mencapai suatu maksud / tujuan, dimana dalam mencapai tujuan tersebut terdapat berbagai hambatan yang berkaitan dengan penggunaan informasi-informasi dari konsep selama proses berpikir. Kemampuan manusia dalam memecahkan masalah sangat dipengaruhi oleh konsep berpikir yang dimiliki oleh manusia tersebut.

Bahasa

Bahasa dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk menginterpretasikan atau menyampaikan isi pikiran dari seseorang dengan yang lainnya. Bahasa merupakan suatu proses kognitif yang paling signifikan (jelas) yang ada pada manusia.
Bahasa distrukturkan atau dikendalikan oleh nalar manusia. Kemampuan berbahasa merupakan hasil dari proses kognisi yang telah matang yang ada pada manusia. Titik awal dari teori kognitif ialah anggapan terhadap kapasitas kognitif seseorang dalam menemukan suatu struktur bahasa yang ada disekelilingnya. Proses belajar bahasa secara kognitif merupakan proses kognitif yang kompleks karena menyangkut lapisan bahasa yang terdalam. Lapisan bahasa tersebut ialah: ingatan (memori), persepsi, pikiran, makna dan emosi yang saling berpengaruh dalam jiwa manusia.
Dengan bahasa individu mampu mengabstraksikan pengalamannya dan mengkomunikasikannya pada orang lain karena bahasa merupakan sistem lambang atau simbol yang tidak terbatas yang mampu mengungkapkan segala pemikiran. Struktur bahasa sangat dipengaruhi oleh struktur pikiran (kognisi) suatu individu. Bahasa dapat dianalogikan sebagai jalan atau cara dalam mengapresiasikan hasil proses berpikir kompleks yang digunakan dalam pemecahan masalah yang ada dalam lingkungan hidup individu.

»»  read more...

Senin, 25 Maret 2013

TEORI PERKEMBANGAN MANUSIA


E. Teori Perkembangan Manusia
Teori perkembangan manusia tersebut ialah :
a) Teori Nativisme
Teori ini menyatakan bahwa perkembangan manusia itu akan ditentukan oleh faktor-faktor nativus, yaitu faktor-faktor keturunan yang merupakan faktor-faktor yang dibawa oleh individu pada waktu dilahirkan. Menurut teori ini sewaktu individu dilahirkan telah membawa sifat-sifat tertentu, dan sifat-sifat inilah yang akan menentukan keadaan individu yang bersangkutan, sedangkan faktor lain yaitu lingkungan, termasuk di dalamnya pendidikan dapat dikatakan tidak berpengaruh terhadap perkembangan individu itu. Teori ini dikemukakan oleh Schopenhouer. Teori ini menimbulkan pandangan bahwa seakan-akan manusia telah ditentukan oleh sifat-sifat sebelumnya, yang tidak dapat diubah, sehingga individu sangat tergantung kepada sifa-sifat yang diturunkan oleh orang tuanya.
b) Teori Empirisme
Teori ini menyatakan bahwa perkembangan seseorang individu akan ditentukan oleh empirinya atau pengalaman-pengalamannya yang diperoleh selama perkembangan individu itu. Termasuk pendidikan yang diterima oleh individu itu. Teori ini dikemukakan oleh John Locke, juga dikenal dengan teori tabularasa, yag memandang keturunan atau pembawaan tidak mempunyai peranan. 
c) Teori Konvergensi
Teori ini merupakan teori gabungan (konvergensi) dari kedua teori tersebut di atas, yaitu suatu teori yang dikemukakan oleh William Stern baik pembawaan maupun pengalaman atau lingkungan mempunyai peranan yang penting di dalam perkembangan individu. Perkembangan individu akan ditentukan baik oleh faktor yang dibawa sejak lahir (faktor endogen) maupun faktor lingkungan (termasuk pengalaman dan pendidikan) yang merupakan faktor eksogen. Penelitian dari W. Stern memberikan bukti tentang kebenaran dari teorinya. W. Stern mengadakan penelitian dengan anak-anak kembar di Hamburg. Dilihat dari segi faktor endogen atau faktor genetik anak yang kembar mempunyai sifat-sifat keturunan yang dapat dikatakan sama. Anak-anak tersebut dipisahkan dari pasangannya dan ditempatkan pada pengaruh lingkungan yang berbeda satu dengan yang lain.
F. Karakteristik Perasaan
a) Bersangkut paut dengan gejala pengenalan. Perasaan yang berhubungan dengan peristiwa persepsi, merupakan reaksi kejiwaan terhadap stimulus yang mengenainya. Ada yang mengalami keadaan sangat menyenangkan, tetapi sebaliknya juga ada yang biasa saja, dan bahkan mungkin ada yang mengalami perasaan yang kurang senang. Dengan demikian, sekalipun stimulusnya sama, tetapi perasaan yang ditimbulkan oleh stimulus tersebut dapat berlain-lainan.
b) Perasaan bersifat subjektif, lebih subjektif bila dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa kejiwaan yang lain. Sekalipun stimulusnya sama, perasaan yang ditimbulkan dapat bermacam-macam sifatnya sesuai dengan keadaan masing-masing individu.
c) Perasaan dialami sebagai rasa senang atau tidak senang yang tingkatannya tidak sama. Walaupun demikian ada sementara ahli yang mengemukakan bahwa perasaan senang dan tidak senang hanyalah merupakan salah satu demensi saja dari perasaan.
»»  read more...

MOTIVASI

A. MOTIVASI


Motivasi berpangkal dari kata “motif” yang dapat diartikan sebagai daya  penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai  suatu kondisi intern (kesiapsiagaan).
Motivasi berarti bergerak kearah tertentu. Jadi motivasi berusaha memehami sebab perilaku seseorang.
Teori Motivasi yang berupa dorongan ada 2, yaitu :
  • Pull Teory (menarik/insentiv)
Artinya sesuatu yang ada diluar individu yang membuatnya tertarik sehingga berperilaku tertentu. Ex : di rumah panas, di mall lebih dingin dan dia ingin dingin maka dia akan pergi ke mall untuk mendapatkan kenyamanannya (suasana yang dingin dan intensiv.
  • Push Teory (mendorong/drive)
Artinya apa yang ada di dalam dirimya sendiri yang mendorongnya untuk berperilaku. Yang banyak dipakai disini adalah ‘need’. Apabila dia butuh sosial yang tinggi dia akan sering bertemu dengan orang. Ingin berinteraksi dia berbuat tertentu untuk berprestasi.
Psikologi dalam meneliti sesuatu berusaha untuk empiris.  Dilihat kalau faktor dari luar dihilangkan maka motivasinaya berkurang/hilang, berarti ia bertindak karena pull. Begitupun sebaliknya. Misalnya diteori kepolisian ada pepatah “kejahatan terjadi karena ada niat dan kesempatan”. Dalam hal ini proses yang terjadi adalah niat lalu insentif (sesuatu yang dari luar mendorong berbuat sesuatu, ada yang menyenangkan/baik atau tidak baik/buruk) dan kesempatan barulah drive.
Motivasi merupakan sesuatu yang menyebabkan nyaman/tidak dari dalam ataupun luar. Ex : Malu. Dia malu mendapatkan nilai jelek. Malunya pada pada orang lain merupakan faktor dari luar (dia malu karena orang lain).

sumber referensi : http://edukasi.kompasiana.com
»»  read more...

Minggu, 24 Maret 2013

TEORI BELAJAR KOGNITIF


A. Teori Belajar Kognitif

B. Kelompok 8:
Faisal Fadly (111402006)
Environt Spratly A (111402014)
Dian Aria Ningsih (111402048)
Jun Arthur R (11402058)
Fachru Rozi N (111402094)

C. Hasil diskusi

Defenisi Belajar Kognitif
Belajar kognitif memandang belajar sebagai proses pemfungsian unsur-unsur kognisi, terutama unsur pikiran, untuk dapat mengenal dan memahami stimulus yang datang dari luar. Aktivitas belajar pada diri manusia ditekankan pada proses internal berfikir, yakni proses pengolahan informasi.

Beberapa Tokoh-Tokoh Teori Belajar Kognitif :
ž  Jean Piaget
ž  David Ausubel
ž  Jerome Bruner
ž  Mex Wertheimenr
ž  Kohler
ž  Kurt Lewin
                                                                                              


        Teori Jerome Bruner


 Teori Jerome Bruner

    Menurut Bruner, pembelajaran hendaknya dapat menciptakan situasi agar mahasiswa dapat belajar dari diri sendiri melalui pengalaman dan eksperimen untuk menemukan pengetahuan dan kemampuan baru yang khas baginya. Dari sudut pandang psikologi kognitif, bahwa cara yang dipandang efektif untuk meningkatkan kualitas output pendidikan adalah pengembangan program-program pembelajaran yang dapat mengoptimalkan keterlibatan mental intelektual pembelajar pada setiap jenjang belajar. Sebagaimana direkomendasikan Merril, yaitu jenjang yang bergerak dari tahapan mengingat, dilanjutkan ke menerapkan, sampai pada tahap penemuan konsep, prosedur atau prinsip baru di bidang disiplin keilmuan atau keahlian yang sedang dipelajari.
    
     Proses Belajar Menurut Jerome Bruner
          Menurut Bruner, dalam proses belajar dapat dibedakan tiga fase atau episode, yakni (1) informasi, (2) transformasi (3) evaluasi (pengkajian pengetahuan).Informasi, dalam tiap pelajaran kita peroleh sejumlah informasi ada yang menambah pengetahuan yang telah kita miliki, ada yang memperhalus dan memperdalamnya, ada pula informasi yang bertentangan dengan apa yang telah kita ketahui sebelumnya, misalnya bahwa tidak ada energi yang lenyap.
      Transformasi, informasi itu harus dianalisis diubah atau ditransformasi kedalam bentuk yang lebih abstrak atau konseptual agar dapat digunakan untuk hal-hal yang lebih luas. Dalam hal ini bantuan guru sangat diperlukan.Evaluasi, kemudian kita nilai hingga manakah pengetahuan yang kita peroleh dan transformasi itu bisa dimanfaatkan untuk memahami gejala-gejala lain.
      Dalam proses belajar, ketiga episode selalu ada. Yang menjadi masalah ialah berapa banyak informasi yang diperlukan agar dapat ditransformasikan. Lama tiap episode tidak selalu sama. Hal ini antara lain juga bergantung pada hasil yang diharapkan, motivasi murid belajar, minat, keinginan untuk mengetahui dan dorongan untuk menemukan sendiri.
         Teori belajar bruner dikenal dengan tiga tahapan belajarnya yang terkenal, yaitu enaktif, ikonik dan simbolik. Pada dasarnya setiap individu pada waktu mengalami atau mengenal peristiwa yang ada di dalam lingkungannya dapat menemukan cara untuk menyatakan kembali peristiwa tersebut di dalam pikirannya, yaitu suatu model mental tentang peristiwa yang dialaminya. Hal tersebut adalah proses belajar yang terbagi menjadi tiga tahapan, yakni:
     (1) Tahap enaktif; dalam tahap ini peserta didik di dalam belajarnya menggunakan atau memanipulasi obyek-obyek secara langsung.
     ( 2) Tahap ikonik; pada tahap ini menyatakan bahwa kegiatan anak-anak mulai menyangkut mental yang merupakan gambaran dari objek-objek. Dalam tahap ini, peserta didik tidak memanipulasi langsung objek-objek, melainkan sudah dapat memanipulasi dengan menggunakan gambaran dari objek. Pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep (Sugandi, 2004:37).
     (3) Tahap simbolik; tahap ini anak memanipulasi simbol-simbol secara langsung dan tidak ada lagi kaitannya dengan objek-objek. Anak mencapai transisi dari pengguanan penyajian ikonik ke penggunaan penyajian simbolik yang didasarkan pada sistem berpikir abstrak dan lebih fleksibel. Dalam penyajian suatu pengetahuan akan dihubungkan dengan sejumlah informasi yang dapat disimpan dalam pikiran dan diproses untuk mencapai pemahaman.

       Ciri khas Teori Bruner dan perbedaannya dengan teori yang lain

ž          Teori Bruner mempunyai ciri khas daripada teori belajar yang lain yaitu tentang ”discovery”yaitu belajar dengan menemukan konsep sendiri. Disamping itu, karena teori Bruner ini banyak menuntut pengulangan-penulangan, maka desain yang berulang-ulang itu disebut ”kurikulum spiral kurikulum”. Secara singkat, kurikulum spiral menuntut guru untuk memberi materi pelajaran setahap demi setahap dari yang sederhana ke yang kompleks, dimana materi yang sebelumnya sudah diberikan suatu saat muncul kembali secara terintegrasi di dalam suatu materi baru yang lebih kompleks. Demikian seterusnya sehingga siswa telah mempelajari suatu ilmu pengetahuan secara utuh.
          Bruner berpendapat bahwa seseorang murid belajar dengan cara menemui struktur konsep-konsep yang dipelajari. Anak-anak membentuk konsep dengan melihat benda-benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan perbedaan. Selain itu, pembelajaran didasarkan kepada merangsang siswa  menemukan konsep yang baru dengan menghubungkan kepada konsep yang lama melalui pembelajaran penemuan.

     D. Sumber Referensi

   1.  http://juprimalino.blogspot.com/
   2.  http://sainsmatika.blogspot.com/
   3.  Feldman, Robert   S.(2012). Pengantar Psikologi(UnderstandingPsychology).Jakarta:Salemba Humanika.

  ž
  

»»  read more...